Senin, 10 Agustus 2020

Materi tambahan Bahasa Indonesia kelas VIII (Teks Berita)



Materi Bahasa Indonesia kelas VIII
Oleh: Zunaidatun Nafsiyah, M.Pd
Kd 3.2 Menelaah struktur dan kebahasaan teks berita (Membanggakan dan memotivasi) yang didengar dan dibaca
Kd 4.2 Menyajikan data dan informasi dalam bentuk berita secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur, kebahasaan, atau aspek lisan (lafal, intonasi, mimik, dan kinestik)

Struktur Teks Berita
Struktur adalah sesuatu yang dibangun dengan pola-pola tertentu.  Berikut ini akan dijelaskan mngenai struktur yang terdapat di ddalam teks berita.
1) Orientasi berita (kepala berita). 
Orientasi berita merupakan pembuka tentang peristiwa yang akan dibicarakan.
2) Peristiwa (tubuh berita). 
Peristiwa merupakan tahap inti dari berita. Pada bagian ini berita dinarasikan dengan sedemikian rupa.
3)  Sumber berita (ekor berita). 
Sumber berita meupakan bagian teks yang berisi mengenai asal didapatnya informasi yang diberitakan. Sumber berita biasanya terletak di akhir teks berita, tapi tidak jarang pula ia bisa terletak di dalam brita itu sendiri. 

Di samping memiliki struktur, berita dibentuk oleh kaidah-kaidah seperti berikut. Informasi yang disajikan bersifat actual dan terbuka untuk umum. Agar mudah dipahami oleh semua orang (umum)/ bahasa-bahasa yang bersifat popular maupun yan kedarhan akan dihindari oleh media-media nasional.
Ciri kebahasaan yang menjadi karakterstik teks berita adalah sebagai berikut.
1)      Menggunakan bahasa baku. Bahasa baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah kebahasaan.
2)      Menggunakan kalimat langsung sebagai varian dari kalimat tidak langsungnya.
Contoh:
Kalimat tidak langsung
Kalimat langsung
Menurut wali murid, sekolah online saat ini sangat tidak efektif. Karena anak jadi seenaknya dalam belajar dan tidak disiplin waktu.
“Anak-anak jaman sekarang nggak bisa disiplin waktu. Mengerjakan tugas sekolah seenaknya, bangun tidur pun seenaknya. Alasannya karena tidak sekolah” tutur salah satu wali murid yang sedang melaksanakan sekolah online.

3)      Menggunkan konjugsi bahwa yang berfungsi seagai penerang kata yang diikutinya.
Contoh: sejumlah staf PLN Gresik mengatakan bahwa kepala PLN Gresik sudah pulang.
4)      Menggunkan kata kerja mental, seperti mengatakan, menyebutkan, menjelaskan, memikirkan, mengutarakan, membantah, mengkritik, menolak, dan berkelik.
Contoh: Warga Peganden pun menyambut hujan ini dengan bahagia. Ada kelegaan tersendiri bagi mereka setelah terik matahari berhari-hari begitu menyengat.
5)      Menggunakan fungsi keterangan waktu dan tempat sebagai konsekuensi dari perlunya kelengkapan suatu berita yang mencakup unsur kapan (when) dan di mana (where).
Contoh: sekitar pukul 12.45 WIB Sabtu (08/08/2020), langit Gresik tampak mendung.
6)      Menggunakan konjungsi yang bermakna kronologis (temporal) atau penjumlahan. Seperti kemudian, sejak, setelah, awalnya, akhirnya.
Contoh: sekitar pukul 12.45 WIB, Sabtu (08/08/2020), langit tampak mendung. Tak lama kemudian hujan yang diharapkan semua masyarakat akhirnya turun.
Jenis-Jenis Berita
Menuru (Romli, 2014 : 11-12) jenis-jenis berita yang dikenal dalam dunia jurnalistik antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Straight News (berita langsung)
    Berita apa adanya, ditulis secara singkat, langsung dan lugas. Sebagian besar halaman depan surat kabar atau yang menjadi berita utama (headline) biasanya adalah berita jenis ini.
  2. Depth News (berita mendalam)
    Merupakan berita yang dikembangkan dengan pendalaman mengenai hal-hal yang ada di bawah suatu permukaan (dikupas secara mendalam).
  3. Investigation News (berita investigasi)
    merupakan berita yang dikembangkan berdasarkan penyelidikan dan penelitian dari berbagai sumber yang dapat menjadi sumber berita.
  4. Interpretative News (berita interpretatif)
    Berita yang dikembangkan melalui pendapat atau penilaian dari wartawan yang melaporkan, namun tetap berdasarkan fakta yang ditemukan.
  5. Opinion News (Berita Opini)
    Berita mengenai pendapat seseorang, biasanya pendapat para ahli, pejabat, cendekiawan mengenai suatu hal, peristiwa, kondisi keilmuan, dan sebagainya.

Langkah Menulis Teks Berita (Penyampaian Berita)

Menulis berita berarti harus mampu mendapatkan sumber berita yang kuat, kemudian menceritakannya kembali sejelas dan seakurat mungkin. Berita harus disampaikan apa adanya, tidak lebih dan tidak kurang. Berikut adalah langkah-langkah penyampaian berita.

  1. Menentukan sumber berita
    Berupa peristiwa yang penting (menyangkut kepentingan orang banyak) atau menarik dan actual.
  2. Mendatangi sumber berita
    Berarti mengamati (observasi langsung) dan menanyai (mewawancara) orang-orang yang berhubungan dengan peristiwa atau kejadian yang ingin diliput dan dilaporkan.
  3. Mengumpulkan dan mencatat fakta-fakta
    Fakta yang dikumpulkan dan dicatat harus berpatokan pada unsur teks berita dengan 5W+1H secara lengkap dan tepat dari segi sumber berita.
  4. Mengembangkan catatan fakta menjadi sebuah teks berita yang utuh
    Berarti menyusun berbagai fakta tersebut menjadi berita yang disajikan mulai dari bagian yang penting ke yang kurang penting sesuai dengan struktur berita (Kemdikbud, 2017, hlm.20).
Penyuntingan Teks Berita
Kalau masih ditemukan beberapa kekeliruan dari berita yang kamu buat itu wajar. Masih ada satu tahap lagi yang harus kamu lalui sebelum berita itu dipublikasikan, yakni penyuntingan. Aspek-aspek yang harus diperhatikan di dalam tahap ini sebagai berikut.
  1. Kebenaran isi berita, yang ditunjang oleh keakuratan fakta-faktanya.
  2. Kelengkapan isi berita, yang ditandai oleh hadirnya komponenkomponen berita yang terangkum dalam rumus ADIKSIMBA.
  3. Struktur penyusunan berita, yang dimulai dari bagian yang penting ke bagian yang kurang penting.
  4. Penggunaan bahasa, yang terkait dengan keefektifan kalimat, kebakuan kata, dan ketepatan ejaan dan tanda bacanya (Kemdikbud, 2017, hlm.22).



Minggu, 02 Juli 2017

Permintaan

Pinta yang tak kunjung terpenuhi
Bahkan penantian berujung ke-siaan
Berbicara tentang kesabaran itu pasti
Permintaanku tak mesti ada balasan

Kau cukup diam
Termengadah dengan kedua telapak tangan
Berbathin dengan bersemayam
Cukup yakinkan bahwa keridhoan,
Yang utama dalam kehidupan

Adalah sebuah permintaan
Yang tak cukup jika terkehendakkan
Bagaimana bisa manusia tak termanusiakan
Sementara Dzat-Nya beri balasan?

Jumat, 03 Maret 2017

Ada jarak antara rindu dan dusta
Sedikit,  tak dapat diukur
Jarak menciptakan sajak berestetik
Sajak rindu dan dusta. 

Rabu, 15 Februari 2017

Melihat kau tertawa saat lepas gelisah,
Rasanya seperti bahagia tak berarah.

Kau tau kenapa?
Sebab tawamu adalah rasa diamku
Bagaimana bisa aku melebur rasa yang sudah aku ciptakan, sedangkan kau semakin tanamkan rasa itu?

Rabu, 01 Februari 2017

Rindu bersajak

Selalu rindu yang mengalihkan
Bukan saja rindu,  juga kenangan
Selalu saja hujan yang mengingatkan
Bukan saja hujan,  juga kenestapaan

Peluk rindu dengan rintik hujan, menghangatkan kalbu berkabut awan,
Aku merindu,
Merindu dengan bersajak mesrah bersamamu.


Neey Nafy

Sabtu, 21 Januari 2017

Sajak Sore

Kalau bersajak mampu sembuhkan rindu,
Juga dapat sembuhkan torehan luka,
Maka aku pilih bersajak untuk sekedar lepas penat karena merindu.